MEMPERINGATI HARI GIZI NASIONAL 2016 “TALKSHOW AND COOKING CLASS”

No comment yet

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari lalu, pada hari Sabtu tanggal 13 Februari 2016 AMAZI BEM FKM UNAIR bekerjasama dengan ILMAGI melaksanakan serangkaian acara “Talkshow and Cooking Class”. Acara ini bertemakan pemenuhan gizi pra-kehamilan dengan sasaran peserta adalah para Ibu- Ibu usia produktif.

Acara hari ini dipandu oleh Azizah Ajeng dari Gizi 2013 sebagai pembawa acara. Pembukaan acara Talkshow and Cooking Class ini diawali dengan sambutan yang sampaikan oleh Ibu Triska selaku perwakilan dari prodi Ilmu Gizi dengan total undangan yang hadir sebanyak 20 orang peserta. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Rika Kusuma Nagari selaku ketua panitia serta disusul oleh penampilan dari teman-teman Gizi Project yang turut memeriahkan acara peringatan Hari Gizi Nasional ini.

Open Recruitment Staff Divisi AMAZI BEM FKM Universitas Airlangga Periode 2016

No comment yet


Selamat pagi mahasiswa Ilmu gizi Universitas Airlangga

Mahasiswa adalah agen perubahan. Seseorang dapat dikatakan mahasiswasejat apabila mahasiswa tersebut tidak hanya memberikan aspirasi saja, tetapi mereka juga mampu melakukan aksi nyata dan tindakan.

Ayo jadilah bagian dari pengurus AMAZI  BEM FKM UNAIR 2016, bagian dari tindakan nyara perubahan untuk AMAZI lebih baik.

Berkas open recruitment dapat diunduh melalui link dibawah ini:
https://drive.google.com/file/d/0B64QKPPiSa_EVTBSZTlPTnlaUkE/view?usp=sharing
Kami tunggu kontribusi dan tindakan nyata kalian untuk AMAZI lebih baik.

#AMAZIUNAIR2016
#AyoBersatu
#AyoLebihBaik
#AyoOprec




Waspada Anorexia Nervosa pada Remaja Putri

No comment yet
Isma Nur Amalia/101311233033/GIZI 13


            Remaja adalah suatu tahap peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Di tahap inilah remaja mengalami suatu perkembangan fisik yang pesat dan menyangkut pertumbuhan, kematangan organ reproduksi, hormonal, pertambahan jaringan lemak di dalam tubuh serta perubahan sosialisasi dan perubahan kematangan diri. Remaja mengalami masa pubertas yang membuat psikologis dari remaja cenderung lebih dekat kepada teman sebayanya dibanding oleh orangtua yang pada masa anak-anak cenderung menjadi faktor pengambil keputusan yang tinggi termasuk pada pola makan
            Pola makan khususnya remaja putri modern ini lebih cenderung ke pengaturan makan yang secara ketat dan berorientasi kepada role model yang menjadi panutannya. Gangguan pola makan yang sering terjadi pada remaja putri ialah “Anorexia Nervosa” yakni pengaturan pola makan yang sangat ketat artinya remaja cenderung membatasi makan secara sengaja dan mengontrolnya dengan sangat ketat (Andriani, Merryana 2012). Penderita yang merasa lapar akan terus menghindari makanan dan lebih nyaman untuk menahan lapar. Seseorang yang menderita “Anorexia Nervosa” disebut sebagai anoreksi sering muncul pada remaja yang memang kegemukan atau mempersepsi bahwa dirinya terlalu gemuk. Ia lalu mulai berdiet keras, yang terus membuat dia sampai ke titik di mana ia terjebak secara obsesif untuk menjadi kurus.
Presepsi anoreksi mengenai rasa kenyang mengalami gangguan. Ketika mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit akan merasa kenyang bahkan merasa mual. Ketika merasa lapar dan tidak tertahankan sehingga mengonsumi makanan akan merasa sangat bersalah meskipun jumlah yang dikonsumsi sedikit. Anoreksi cenderung menyalahkan diri sendiri, menyendiri dan akhirnya depresi akibat dari penambahan berat badan yang mendadak atau aktivitas makan yang dirasa dikonsumsi dalam jumlah banyak Anoreksi akan ditandai juga oleh tidak mengalami menstruasi setidaknya minimal tiga bulan berturut-turut disebabkan tidak terpenuhnya nutrisi yang cukup sehingga hormon terganggu.
 Ketika memandangi tubuhnya di cermin, ia melihat sosok yang sangat berbeda dengan apa yang dilihat oleh orang lain. Orang lain melihatnya sebagai remaja putri yang kurus kering dan lemah sehingga hanya terlihat tulang belulang, seperti seorang penderita kelaparan, sedangkan yang dilihat adalah seorang yang gendut dan dirasa harus menurunkan berat badannya kembali. Lihat ilustrasi di bawah ini :


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anorexia Nervosa menurut Merryana Andriani antara lain adalah body images yang salah. Body images yang dianggap baik adalah langsing sehingga bagi remaja yang tidak memiliki tubuh langsing akan merasa tidak percaya diri kemudian akan depresi dan berusaha untuk mendapat “tempat” di lingkungan sosialnya. Penerimaan secara sosial yang menurut mereka dianggap lebih baik dan penting daripada kesehatan mereka. Media juga merupakan salah satu penyebab timbulnya gangguan Anorexia Nervosa karena body images yang disukai disebarluaskan pada media contohnya adalah ajang kecantikan yang memberikan point berat badan pada kategorinya. Sehingga strerotype yang didapat adalah “cantik itu kurus”.
Anorexia Nervosa dapat dicegah dengan senantiasa menjaga pola makan yang teratur sehingga berat badan yang terbentuk normal sehingga dapat menjalankan fungsi dari tubuh secara normal. Mengupayakan zat gizi dalam jumlah yang seimbang, menghindari obat-obatan diet yang tidak jelas dan memperbanyak aktivitas fisik bila konsumsi berlebih. Perlunya penanaman kepercayaan diri yang baik dalam diri remaja juga sangat diperlukan. Dukungan dari lingkungan sekitar misalnya keluarga, teman, guru sangat membantu


Daftar Pustaka
Andriani, Merryana.2011.Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan.Jakarta:Kencana



Mengenal Lebih Jauh Osteoartritis

No comment yet
Oleh : Dara Putri Puspitasari (S1 Ilmu Gizi 2014)

Osteoartritis adalah salah satu penyakit persendian yang paling banyak ditemui. Penyakit ini masih belum diketahui penyebab pastinya. Gejala penyakit ini ditandai dengan kehilangan tulang rawan (kartilago) sendi secara bertahap. Berdasarkan National Centers for Health Statistics, diperkirakan 15,8 juta (12%) orang dewasa antara usia 25-74 tahun mempunyai keluhan osteoartritis (Anonim, 2011). Sekitar 10-15% dari orang yang menderita osteoartritis berusia diatas 60 tahun.


Faktor risiko terjadinya penyakit osteoartritis dibedakan menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia, ras, jenis kelamin (gender), dan genetik, sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah obesitas, kelemahan otot, aktivitas fisik yang berat, trauma berlebihan, dan diet.
Osteoartritis kebanyakan terjadi pada usia diatas lima puluh tahun. Osteoartritis menyerang persendian, biasanya sendi yang sering terkena adalah punggung bawah, pinggul, lutut, dan kaki. Ketika terkena di daerah sendi tersebut akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan seperti berjalan, menaiki tangga, dan mengangkat suatu beban. Bagian lain yang sering terkena juga adalah leher dan jari, termasuk pangkal ibu jari. Ketika bagian jari dan sendi tangan terkena osteoartritis, hal ini dapat membuat keadaan bertambah sulit terutamanya untuk memegang suatu objek dan untuk melakukan pekerjaan (Anonim,2006). Selain itu, penderita juga mengalami bengkak karena deformitas tulang, misalnya pembentukan osteofit atau karena efusi yang disebabkan oleh akumulasi cairan sinovial. Keluhan yang sering diderita penderita osteoartritis biasanya adalah nyeri sendi, hambatan gerakan sendi, kaku pagi, krepitasi atau rasa gemeratak yang timbul pada sendi yang sakit, pembesaran sendi (deformitas), dan lain-lain.


Osteoartritis pada usia lanjut umumnya tidak ada cara pengobatan untuk menyembuhkan secara total, namun dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul. Selain itu, cara alami yang dapat dilakukan adalah dengan berjemur di paparan sinar matahari pagi. Pengobatan osteoartritis dapat berupa pemberian makanan yang mengandung zat gizi tertentu atau dengan obat-obatan.
Suplemen makanan yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi yang mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat. Glukosamin dan kondroitin sulfat secara alami terdapat pada tubuh manusia dan hewan, dan merupakan bahan utama dari tulang rawan.
Glukosamin adalah suatu senyawa gula amino yang memiliki peran penting dalam  pembentukan dan perbaikan tulang rawan. Glukosamin merupakan suplemen yang digunakan untuk terapi pada persendian, khususnya pada osteoartritis. Glukosamin direkomendasikan terutama untuk pasien yang memiliki  risiko tinggi untuk mengalami osteoartritis, salah satunya adalah pada lanjut usia (lansia) (Shao, 2013). Kondroitin sulfat dapat membantu tulang rawan membentuk kerangka dasar yang diperlukan untuk perbaikan kerusakan sendi dan dapat meningkatkan cairan sinovial yang ada di tulang rawan. Kondroitin sulfat juga dapat berfungsi sebagai obat anti-inflamasi ringan. Sumber kondroitin sulfat adalah tulang rawan hewan, yaitu tulang rawan ikan hiu atau trakea hewan mamalia.



Sumber :
Ambardini, Rachmah Laksmi.Latihan Fisik dan Manajemen Terpadu Osteoartritis. Retrieved from http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132256204/Latihan%20Fisik-Manajemen%20Osteoartritis.pdf.Diakses tanggal 29 Mei 2015.
Kardiman,Cynantya.2013.Manfaat Glukosamin, Kondroitin, dan Metilsulfonilmetana pada Osreoartritis.Cermin Dunia Kedokteran, Volume 40 Nomor 12.

What is Extra Virgin Olive Oil

No comment yet
Oleh : Denna Fanni (S1 Ilmu Gizi 2013)

Frankel, E.N. et. al menyatakan bahwa "Extra virgin" merupakan  minyak zaitun terbaik sesuai standar yang ditetapkan oleh Olive Council International (IOC) dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Selain menetapkan standar kimia untuk tambahan virgin olive oil, IOC dan USDA telah menetapkan standar sensorik yakni minyak harus memiliki nol cacat dan lebih besar dari nol fruitiness. Pada bulan Juli 2010, Pusat Davis Olive UC mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa 69 persen dari minyak zaitun impor berlabel "extra virgin" gagal dalam uji standar IOC sensorik, dengan kata lain minyak ini cacat dan gagal memenuhi standar internasional untuk minyak zaitun extra virgin. Selama setahun Davis UC bekerja sama dengan Laboratorium Penelitian Minyak Australia untuk mengevaluasi kualitas minyak zaitun extra virgin yang dijual di rak ritel di California dengan menggunakan dua metode pengujian yang diterapkan di Jerman dan Australia.


Dengan studi ini dan studi pada Juli 2010, tes laboratorium Pusat Davis Olive UC menemukan bahwa merek minyak zaitun impor terlaris "extra virgin" yang dijual di Amerika Serikat dan dibeli di lokasi ritel di seluruh California sering gagal standar sensorik IOC untuk minyak zaitun extra virgin. Analisis sensori menunjukkan bahwa sampel ini gagal memiliki deskriptor pantas seperti tengik dan fusty. Pengujian ini menunjukkan bahwa sampel gagal standar minyak zaitun extra virgin untuk alasan yang mencakup satu atau lebih dari berikut: (a) oksidasi oleh paparan suhu tinggi, cahaya, dan/atau penuaan; (b) pemalsuan dengan minyak zaitun lebih murah; serta (c) minyak berkualitas rendah yang terbuat dari pemasakan buah zaitun yang rusak, kelemahan pengolahan, dan/atau penyimpanan minyak tidak tepat.
Minyak zaitun extra virgin secara alami mengandung tingkat lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan yang lebih tinggi seperti polifenol dan tokoferol. Mereka juga secara alami mengandung sterol yang diduga digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Semua atribut ini banyak dicari oleh sadar kesehatan. Semua minyak zaitun (dan semua jenisnya yang bisa dikonsumsi) memiliki nilai energi yang hampir sama. Kata "light" yang dibuat dalam konteks memiliki pengertian aroma, rasa dan warna yang ringan.



Sumber:
Franker E.N. et. al. (2011). Report Evaluation od Extra-Virgin Olive Oil Sold in California. UC Regents, Davis Campus.
Gawel, R. (2009). Frequently Asked Questions about Extra Virgin Olive Oil.