LET’S DO A BREAKFAST!

✪ 1 comment


Oleh: Julia Fakhrun Nisa’ - Gizi IA
Sarapan pagi merupakan kegiatan mengonsumsi makanan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas berat lain. Dewasa ini semakin banyak orang-orang yang melewatkan sarapan pagi dikarenakan banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Untuk faktor internal, di dalam diri seseorang tumbuh anggapan bahwa sarapan pagi itu kurang penting, sedangkan faktor eksternal antara lain, karena tergesa-gesa berangkat ke sekolah atau ke kantor, tidak sempat memasak atau membeli makanan untuk sarapan, serta kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai pentingnya sarapan pagi.
Menurut Departemen Kesehatan RI, kebiasaan sarapan pagi termasuk dalam satu dari tiga belas pesan dasar gizi seimbang. Banyak orang beranggapan bahwa makanan yang dikonsumsi untuk sarapan pagi harus selalu nasi, padahal kenyataannya banyak sekali makanan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi untuk sarapan pagi. Makanan tersebut antara lain setangkup roti dengan selai, telur dadar atau omelet, sereal, kentang, pasta dan mi. Makanan-makanan yang dipilih untuk konsumsi sarapan pagi dianjurkan yang mengandung banyak karbohidrat. Mengapa dianjurkan banyak mengandung karbohidrat? Karbohidrat merupakan zat makro penghasil energi yang diperlukan oleh tubuh untuk dapat melakukan aktivitas setiap harinya. Pada saat bangun tidur di pagi hari, tubuh kita memiliki sedikit energi karena energi dalam tubuh telah terkuras habis oleh aktivitas yang kita lakukan pada hari sebelumnya. Dengan begitu sarapan pagi dianggap sebagai kegiatan mengisi bahan bakar tubuh sehingga sangat penting dilakukan untuk menggantikan energi yang telah hilang tersebut. Tidak hanya karbohidrat, kandungan protein, lemak, mineral dan vitamin dalam makanan sarapan pagi juga diperlukan untuk memenuhi asupan gizi tubuh.
Banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan membiasakan diri sarapan pagi. Beberapa manfaat dari sarapan pagi diantaranya, pertama adalah meningkatnya konsentrasi dan kinerja otak. Karbohidrat dalam makanan yang dikonsumsi pada saat sarapan pagi akan dicerna tubuh dengan proses karbohidrat dipecah menjadi molekul-molekul gula sederhana yang lebih kecil yaitu fruktosa, laktosa, dan galakstosa. Kemudian molekul-molekul sederhana tersebut dipecah lagi hingga menjadi molekul paling sederhana yaitu glukosa. Glukosa merupakan makanan otak atau bahan bakar otak sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan kinerja otak. Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh. Dari beberapa survei yang telah dilakukan, diketahui bahwa seseorang yang terbiasa sarapan pagi memiliki keaktifan tubuh yang lebih dibandingkan dengan yang tidak sarapan pagi. Orang-orang yang terbiasa sarapan pagi akan lebih ceria, bersemangat, tidak mudah lesu, lemas, dan berperilaku positif.
Kebiasaan melewatkan sarapan pagi tentulah merupakan hal yang tidak baik. Dengan terbiasa melewatkan sarapan pagi berarti secara tidak sadar telah membuat tubuh bekerja kurang optimal karena sarapan pagi memilki manfaat yang banyak untuk tubuh. Bagi orang-orang yang sering melewatkan sarapan pagi, menambah edukasi dan pengetahuan tentang pentingnya sarapan pagi dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran diri untuk mebiasakan sarapan pagi. So, let’s do a breakfast.






Sumber :
Tumiwa, E.S., Sarimin, S., Ismanto, A.Y. (2016). Hubungan Pengetahuan Tentang Sarapan Pagi dengan Prestasi Belajar Anak di SD INPRES Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara. e-journal keperawatan (eKp), volume 4(1)
Sukiniarti. (2015). Kebiasaan Makan Pagi pada Anak Usia SD dan Hubungannya dengan Tingkat Kesehatan dan Prestasi Belajar. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, volume 1(3), 315-321


PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA ARTIKEL

✪ No comment yet


Hai-Hai Ksatria Gizi 🙌 Udah nggak sabar yaa buat kalian Mahasiswa Baru yang telah aktif berkarya dan mengirimkan artikel terbaikmu. Ini nih saatnya untuk mengetahui siapa pemenangnya. Selamat kepada :

-Pemenang utama a/n Julia Fakhrun Nisa' dengan score 489
-Pemenang favorit a/n Sekar Ayu W. T dengan likes sebanyak 199

Selamat kepada pemenang! Selalu berkarya dan berprestasi demi almamater tercinta. Untuk yang lainnya jangan putus asa dan buktikan prestasi kalian dikesempatan selanjutnya 🤗🤗🤗

-------------------------------------------------
Divisi Keilmuan dan Keilmiahan Amazi BEM FKM Unair 2017

#YukMenulis
#YukBerprestasi
#BersamaBermanfaat
#BersamaKitaBisa
#AmaziSIAP

Feed Your Brain!

✪ No comment yet


Oleh     : Afifah Nurma Sari

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia karena menyediakan nutrisi yang penting untuk kerja tubuh.  Beberapa bahan makanan umumnya berfungsi untuk menghasilkan energi, namun beberapa diantaranya memiliki fungsi khusus seperti meningkatkan daya ingat atau lebih dikenal dengan “Brain Food”. Brain food merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga fungsi kerja otak dari risiko inflamasi dan gangguan otak. Beberapa brain food seperti pada makanan tinggi antioksidan, vitamin, mineral, dan lemak tak jenuh dipercaya dapat meningkatkan daya ingat dan merangsang pertumbuhan sel pada otak. Berikut adalah beberapa makanan kaya nutrisi yang penting bagi kesehatan otak :
§  Alpukat
Alpukat merupakan buah tinggi lemak tak jenuh, vitamin K, dan folat. Kandungan lemak tak jenuh pada alpukat membantu tubuh dalam menjaga kadar gula darah dan menurunkan risiko demensia akibat alzheimer dan Mild Cognitive Impairement (MCI). Vitamin K dan folat pada alpukat dapat menurunkan risiko stoke karena kemampuannya dalam mencegah terjadinya penggumpalan darah pada otak. Selain itu, vitamin K dan folat juga dapat berpengaruh terhadap fungsi kognitif seperti meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. 
§  Salmon
Salmon adalah salah satu jenis makanan kaya omega 3. Kandungan omega 3 pada salmon mampu menurunkan kadar beta amiloid pada darah dan baik bagi kesehatan pembuluh darah. Selain itu omega 3 pada salmon juga dapat meningkatkan daya ingat dan melindungi sel – sel otak dari kerusakan.
§  Buah berry
Strawberry, rasberry, blackberry, dan blueberry merupakan jenis buah yang kaya antioksidan. Kandungan antioksidan ini berperan penting dalam melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, buah berry juga mengandung antosantin dan fitokimia yang berfungsi dalam meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
§  Cokelat
Cokelat yang berasal dari kakao atau dark chocolate merupakan antioksidan dan anti-inflamasi yang baik bagi otak karena kandungan flavonolnya yang tinggi. Flavonol pada cokelat dapat membantu menurunkan tekanan darah dan sirkulasi darah dari jantung ke otak. Selain itu, cokelat juga dapat meningkatkan pelepasan hormon endorfin  yang berfungsi untuk mengaktifkan reseptor otak dan sebagai stimulan alami dalam meningkatkan konsentrasi dan mood.
§  Walnut
Kandungan polifenol dan antioksidan pada walnut dapat membantu otak bekerja secara efisien. Selain itu, kandungan omega 3 pada walnut dapat melindungi sel otak dari kerusakan akibat proses oksidasi, salah satunya protein beta amiloid yang dapat menyebabkan demensia.
§  Kopi dan teh
Kopi dan teh merupakan jenis minuman yang kaya akan kafein. Kopi memiliki kemampuan untuk menghambat enzim acetylcholinesterase untuk memecah asetilkolin yang dapat menyebabkan demensia. Selain itu, teh juga mengandung theanine, substansi yang berefek positif terhadap konsentrasi dan fungsi kognitif manusia, serta memiliki khasiat neuroprotektif.
            Beberapa jenis makanan diatas merupakan nutrisi yang baik untuk otak. Saat otak mendapatkan nutrisi yang cukup maka ia mampu memaksimalkan fungsinya untuk meningkatkan fokus dan daya ingat. Brain food merupakan makananan yang kaya manfaat, tentunya dengan kombinasi makanan yang tepat dan jumlah yang seimbang.

Referensi         :


Kopi dan Risiko Demensia

✪ No comment yet


Oleh    : Afifah Nurma Sari

Demensia merupakan gangguan sistem saraf yang menyebabkan penurunan fungsi otak secara progresif. Demensia pada umumnya terjadi pada saat usia lanjut, namun seiring dengan perubahan zaman demensia juga dapat menyerang orang – orang yang berusia muda. Tuntutan kerja cepat, kesibukan, dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor pemicu terjadinya demensia. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Achmad Iwan Tantomi dari Universitas Islam Malang menyatakan bahwa kemacetan dan aktivitas yang padat juga dapat membebani kerja otak karena sinyal perintah ke otak yang akan menjadi tidak keruan. Selain itu, pola makan yang salah juga dapat meningkatnya risiko demensia. Konsumsi junk food, makanan tinggi lemak dan garam juga dapat menyebabkan gangguan fungsi otak akibat meningkatnya protein beta-amyloid. Penumpukan protein tersebut dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gejala kebingungan dan mudah lupa.
Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Kopi sering dikenal karena kandungan psikoaktifnya dalam menangkal rasa kantuk yang disebut dengan kafein. Lebih dari pada itu, kopi juga dapat mengurangi risiko demensia. Alexander de Mendonca dari University of Lisbon mengatakan bahwa mengonsumsi kopi dalam jumlah yang moderat memiliki hubungan terbalik dengan penurunan kognitif yang terkait dengan penuaan serta terjadinya demensia. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Regina Wierzejska menyebutkan bahwa kelompok yang mengonsumsi kopi dengan jumlah moderat (3 cup per hari) memiliki manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok dengan konsumsi rendah dan tinggi. Hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa mengonsumsi kopi dengan jumlah moderat pada usia produktif dapat menurunkan 65% risiko demensia. Penelitian menunjukkan bahwa kafein pada kopi mampu menghambat inflamasi pada otak utamanya reseptor adenosin yang dapat menyebabkan reaksi berantai yang dapat menyebabkan menurunkan kemampuan kognitif seseorang. Penelitian lain menunjukkan bahwa salah satu tanda terjadinya demensia adalah adanya penurunan asetilkolin. Kopi memiliki kemampuan untuk menghambat enzim acetylcholinesterase (AChE) untuk memecah asetilkolin yang dapat menyebabkan demensia. Selain itu, kopi juga dapat menghambat aktivitas butyrylcholinesterase (BuChE) yang ditemukan pada penumpukan protein pada penderita demensia.
Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang cukup memang dapat menurunkan risiko demensia, namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi kopi yang terlalu banyak juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Demensia merupakan penyakit yang tidak terjadi secara instan, namun berjalan dengan perlahan karena berbagai faktor. Meskipun tidak ada obat untuk demensia, namun mengonsumsi kopi secara berkala dapat menjadi senjata lain untuk menghambat perkembangan dan memperkecil risikonya.

Referensi :
De Mendonca, Alexander.2012. Rethinking Alzheimer’s Disease. Front Neurol;3:45.
Tantomi, Achmad Iwan, Abdurrachman Omar Baabdullah, dan Andri Sagita. 2013. Tren
Fenomena ‘PiSiDi’ (Pikun Usia Dini) sebagai Dugaan Awal Gejala Demensia di Kota
Malang. Universitas Islam Malang, Fakultas Biologi dan Fakultas Kedokteran, Malang.
Wierzejska, Regina. 2017. Can Coffee Consumption Lower The Risk of Alzheimer’s Disease
and Parkinson’s Disease? A Literature Review. Arch Med Sci; 13(3):507-514.